Kamis, 28 Juni 2012

BIOGRAFI

BIOGRAFI YOKE SIMEON SANTOSO Nama saya adalah Yoke Simeon Santoso. lahir di Jakarta, 28 mei 1991. saya adalah anak pertama dari dua bersaudara. Saya bersekolah di TK Rigatrik Duren Tiga, lulus dari TK dilanjutkan bersekolah di SD Sumbangsih Jakarta, lulus dari SD saya melanjutkan sekolah di SLTP Sumbangsih 1 terletak di jalan Ampera Raya Jakarta Selatan, kemudian saya melanjutkan sekolah di SMAN 55 Jakarta terletak di jalan Minyak Duren Tiga, dan sekarang saya melanjutkan pendidikan saya di Universitas Gunadarma Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Sistem Informasi. saya mempunyai banyak kegiatan baik itu kegiatan olahraga, pendidikan atau bermusik. Dalam bidang olahraga saya menyukai olahraga bulutangkis,futsal dan berenang. Sedangkan untuk bermusik saya menyukai bermain drum. dalam melanjutkan pendidikan, kenapa saya memilih Universitas Gunadarma karena saya mempunyai banyak teman yang melanjutkan kuliah disana dan tujuan saya mempelajari dan memperdalami ilmu komputer banyak yang saya dapatkan dari kampus. dan sekarang saya sedang menyukai mempelajari sistem basis data karena sesuai dengan judul penelitian ilmiah saya.

Senin, 18 Juni 2012

Curriculum Vitae

Portofolio Riwayat Hidup

Nama : Yoke Simeon Santoso
Jenis Kelamin : Laki Laki
Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 28 mei 1991
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Kristen
Tinggi/Berat : 175cm/60kg
Alamat : Jl kalibata utara II no 8. rt007/rw007 pancoran
jakarta selatan DKI Jakarta
Telpon : 087885245408
e-mail : sumbzz@gmail.com

Pendidikan Formal


1 . 1997-2003 : SD Sumbangsih(jakarta)
2 . 2003-2006 : SMP Sumbangsih (jakarta)
3 . 2006-2009 : SMAN 55 Jakarta
4 . 2009-sekarang : Univ Gunadarma Depok (Jawa Barat)
Sistem Informasi

Seminar dan Workshop
- Seminar Peluang Bisnis dan Penelitian di Bidang New Media dan Game Technology
Virtual Reality(VR) dan Augmented Reality(AR)
- Seminar Kompetisi Kreatifitas Pembuatan Software(KOMPRES 2010)
- Workshop linux

Pengalaman Kerja
- Sound engineer of New Wine International Church untill now
- Member of MEZAMI Event Organizer untill now
- Brooker of Sentul City untill now

Selasa, 10 April 2012

PROPOSAL PENULISAN ILMIAH- Peran dan Fungsi Pemrograman Oracle dalam Perusahaan Teknologi Informasi

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pada zaman modern ini, kebutuhan akan suatu program atau aplikasi sangatlah mutlak diperlukan dalam sebuah perusahaan. Guna untuk mempermudah dan memperlancar segala jenis pekerjaan yang membutuhkan program atau aplikasi tersebut.

Kebutuhan akan aplikasi atau program tersebut sangatlah penting. Program yang di impelentasikan dalam suatu perusahaan dapat mempermudah karyawan menjalankan tugasnya, lebih menghemat waktu, memaksimalkan kinerja karyawan, dapat menggunakan waktu atau tenaga secara efektif atau bahkan bisa menambah pendapatan bagi perusahaan itu sendiri. Pada masa ini, banyak perusahaan yang mulai memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap program atau aplikasi, perusahaan-perusahaan mulai mencari dan membuka lowongan kerja kepada setiap orang yang ahli dalam pemrograman atau aplikasi atau mungkin perusahaan-perusahaan tersebut memberikan beasiswa kepada karyawannya yang berprestasi agar bisa mempelajari program atau aplikasi supaya bisa menciptakan dan menerapkannya dalam perusahaan.

Meciptakan sebuah program merupakan hal yang paling sering menjadi masalah bagi para programer pemula, ini dikarenakan banyak programer tidak teliti atau kurang memahami fungsi dan kode dalam program tersebut. Mengingat kode program sangatlah banyak dan beragam. Seorang programmer harus berfikir bahwa proses belajar harus dilaksanakan dengan cara serius, dengan alasan bahwa dengan cara yang serius seorang programmer dapat berkonsentrasi secara maksimal sehingga dapat membuat aplikasi yang baik, efektif dan mudah dalam penggunaannya.

Sejalan dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, komputer merupakan alat elektronik yang memiliki banyak fungsi dan dapat di pergunakan berbagai kalangan masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Salah satu fungsi komputer adalah sebagai media penyimpanan yang lebih menarik dan mudah digunakan, yaitu dengan memanfaatkan “Aplikasi Pencatatan Barang”. Dengan memanfaatkan aplikasi ini, karyawan dapat belajar sekaligus menerapkannya dalam kegiatan perusahaan, karena fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh aplikasi ini sangatlah menarik, sebagai contoh tabel yang dibuat dapat kita buat sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau karyawan tersebut, perintah yang mudah digunakan. ini tentunya lebih mudah jika dibandingkan dengan menggunakan buku atau media pencatatan lain, hal ini membuat proses pencatatan menjadi sangat mudah, efektif dan hemat waktu.
Berdasarkan alasan di atas tulisan ilmiah ini akan mengangkat tema “ Peran dan Fungsi Pemrograman Oracle dalam Perusahaan Teknologi Informasi”

1.2 Batasan Masalah

Tulisan Ilmiah ini akan dibatasi pada analisa peran dan fungsi pemrograman Oracle dalam perusahaan teknologi informasi. Seperti dalam pencatatan barang dengan menggunakan kode barang sebagai primary key atau pembuatan record untuk mencatat barang yang baru saja datang.




1.3 Tujuan

Tujuan tulisan ilmiah ini adalah untuk mengetahui secara lebih jauh fungsi program Oracle dalam penyimpanan atau pencatatan barang. Lengkap dengan standar atau prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan teknologi informasi itu sendiri

1.4 Metode Penelitian

Dalam memperoleh informasi dan mendapatkan data yang diinginkan. Penulis melakukan penelitian dalam beberapa tahap.
Tahap pertama investigasi, pada tahap ini penulis melakukan studi lapangan ke sebuah perusahaan teknologi informasi kemudian melakukan tinjauan dengan cara meneliti fungsi dan peran program tersebut

Tahap kedua pengembangan, pada tahap ini penulis menganalisa program aplikasi yang tepat untuk pencatatan atau penyimpanan barang, yang mengacu pada data yang diperoleh dari tahap sebelumnya.

Tahap ketiga implementasi, pada tahap ini program aplikasi pencatatan barang akan di uji coba dalam sebuah kegiatan pergudangan dan di lihat apakah standar atau prosedur yang diterapkan sudah tepat atau belum.

1.5 Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan dalam pemahaman masalah yang akan dibahas, tulisan ilmiah ini ditulis dengan sistematika berikut ini :

Bab 1 Pendahuluan. Dalam bab ini menjelaskan secara singkat tentang latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

Bab 2 Landasan Teori. Bab ini menjelaskan secara singkat mengenai landasan-landasan teori mengenai program atau aplikasi yang digunakan dalam sebuah perusahaan, dan tinjauan perangkat lunak yang akan digunakan khususnya Oracle, dan lainnya yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas.

Bab 3 Analisa dan Pemabahasan. Bab ini menjelaskan tentang implementasi dan perancangan aplikasi yang meliputi proses perancangan, desain aplikasi dan penggunaan listing program.

Bab 4 Penutup. Bab ini berisi kesimpulan yang dapat diambil dari hasil analisa peran dan fungsi program atau aplikasi tersebut. Selain kesimpulan, dalam bab ini berisi saran dari penulis yang didapat dari hasil penulisan

Minggu, 18 Maret 2012

CARA PENARIKAN SIMPULAN PENALARAN YANG SALAH

Menurut Asworth penarikan kesimpulan adalah konsep terpenting dalam logika. Penarikan kesimpulan ini bisa juga disebut sebagai consequentia atau inference. Hal ini penting untuk mencegah orang mengambil kesimpulan yang salah(fallacies) juga dengan berdasarkan pada premis yang salah. Di dalam ilmu pengetahuan ataupun ilmu filsafat moral, orang dilatih untuk bertindak seturut dengan implikasi logis(logical implications)dari kondisi-kondisi yang ada.

Misalnya, orang baru bisa mengambil kesimpulan yang tepat, jika salah satu premis yang membentuk kesimpulan itu juga universal. Dan, jika orang menepati janji, maka ia harus menepatinya. Itulah tindakan-tindakan yang mengikuti implikasi logis dari tindakan sebelumnya. Kesimpulan yang ditarik secara logis berarti kesimpulan yang sahih(valid). Kesimpulan sahih dalam arti ini adalah kesimpulan yang ditarik dari premis yang sudah terbukti benar. Maka kesimpulan tersebut tidak mungkin salah, karena premis yang mendasarinya juga terbukti benar. Namun, menurut Asworth ada dua masalah terkait dengan argumen ini. Yang pertama adalah fakta didalam logika, bahwa apa yang logis belum tentu benar. Apa yang merupakan kesimpulan logis dari premis-premis yang sudah terbukti benar tidak menjamin kebenaran dari penarikan kesimpulan itu melainkan hanya kesahihan logikanya. Coba kita ambil contoh yang paling sederhana, Andi orang jawa. Semua orang jawa berambut hitam. Lalu dapatlah ditarik kesimpulan bahwa Andi berambut hitam. Hal ini memang logis namun apakah pasti benar?

Permasalahan diatas coba diatasi dengan menambahkan satu kalimat , yakni "jika" dan "hanya jika". Namun, menurut Asworth hal ini pun bermasalah konsep "jika dan hanya jika" menandakan suatu kondisi. Artinya, suatu teori atau pernyataan baru terbukti benar, jika kondisi yang memungkinkannya juga ada. Misalnya saya berkata bahwa hari ini pasti hujan, "jika dan hanya jika" awan berat karena mengandung air dan siap menuang hujan ke daratan. Jika awan tidak berat karena air maka hujan tidak akan terjadi.

Ini adalah contoh yang sederhana, masalah muncul ketika kita mencoba membahas teori yang lebih rumit. Misalnya pernyataan berikut; ekonomi pasar bebas hanya akan berjalan dengan baik, jika setiap orang bertindak dengan mengacu pada kepentingan diri yang tercerahkan. Masalahnya adalah cara berpikir dengan mengacu pada kepentingan diri yang tercerahkan hampir tidak mungkin terwujud secara murni didalam realitas. Artinya pernyataan diatas sama sekali tidak bisa diterapkan dalam realitas.

Cara berpikir dengan menggunakan logika sebagai metode ini juga banyak diterapkan dalam teologi, yakni upaya rasional manusia untuk memahami Tuhan. Dalam arti ini logika bukan soal pencarian kebenaran, melainkan suatu tehnik berpikir untuk menarik kesimpulan logis berdasarkan premis-premis yang bisa dipertanggungjawabkan. Memang dalam teori ini, seperti yang dikatakan oleh Agustinus, apa yang logis dan apa yang benar haruslah dibedakan. "Pengetahuan diperoleh dari penarikan kesimpulan logis, definisi, dan divisi", demikian tulis Agustinus, "dapat memberikan bantuan besar di dalam proses pemahaman, selama orang tidak membuat kesalahan dengan berpikir bahwa dengan mempelajari itu sama dengan telah mempelaajari kebenaran dari hidup yang suci". Dari sini dapatlah disimpulkan, bahwa logika adalah alat berpikir

referensi: http://gicara.com/bahasa/logika-penarikan-kesimpulan.html#

Jumat, 13 Januari 2012

TATA BAHASA INDONESIA

Dibandingkan dengan bahasa-bahasa Eropa, bahasa Indonesia tidak menggunakan kata bergender. Sebagai contoh kata ganti seperti "dia" tidak secara spesifik menunjukkan apakah orang yang disebut itu lelaki atau perempuan. Hal yang sama juga ditemukan pada kata seperti "adik" dan "pacar" sebagai contohnya. Untuk memerinci sebuah jenis kelamin, sebuah kata sifat harus ditambahkan, "adik laki-laki" sebagai contohnya.

Ada juga kata yang berjenis kelamin, seperti contohnya "putri" dan "putra". Kata-kata seperti ini biasanya diserap dari bahasa lain. Pada kasus di atas, kedua kata itu diserap dari bahasa Sanskerta melalui bahasa Jawa Kuno.

Untuk mengubah sebuah kata benda menjadi bentuk jamak digunakanlah reduplikasi (perulangan kata), tapi hanya jika jumlahnya tidak terlibat dalam konteks. Sebagai contoh "seribu orang" dipakai, bukan "seribu orang-orang". Perulangan kata juga mempunyai banyak kegunaan lain, tidak terbatas pada kata benda.

Bahasa Indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama jamak, yaitu "kami" dan "kita". "Kami" adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak termasuk sang lawan bicara, sedangkan "kita" adalah kata ganti inklusif yang berarti kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya.

Susunan kata dasar yaitu Subyek - Predikat - Obyek (SPO), walaupun susunan kata lain juga mungkin. Kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau jumlah subjek dan objek. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal kala (tense). Waktu dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan waktu (seperti, "kemarin" atau "esok"), atau petunjuk lain seperti "sudah" atau "belum".

Dengan tata bahasa yang cukup sederhana bahasa Indonesia mempunyai kerumitannya sendiri, yaitu pada penggunaan imbuhan yang mungkin akan cukup membingungkan bagi orang yang pertama kali belajar bahasa Indonesia.


REFERENSI:http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia

MANFAAT SISTEM INFORMASI

Apakah Manfaat Sistem Informasi

Manfaat Berwujud (tangible benefit)
Sebuah sistem informasi yang dibangun dan dipelihara dengan baik akan memberikan manfaat berwujud yang secara faktual dapat dilihat pergerakannya melalui pendapatan yang diraih serta biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Indikator dari keberhasilan/manfaat yang berdampak pada peningkatan pendapatan adalah meningkatnya penjualan dalam pasar yang sudah ada serta perluasan ke pasar yang baru.
Sistem informasi yang baik dapat digunakan tidak hanya untuk penyimpanan data secara elektronik saja tetapi harus mampu mendukung proses analisis yang diperlukan oleh manajemen.
Sehingga dengan dukungan sistem informasi yang baik maka dapat diperoleh informasi yang akurat, terpercaya, mutakhir dan mudah diakses mengenai kondisi penjualan perusahaan.
Dengan adanya laporan yang tersaji dengan cepat dan setiap saat dapat diakses tersebut maka keputusan-keputusan yang diambil pun dapat lebih cepat dan presisi terhadap dinamika pasar yang ada.


Manfaat Tak Berwujud (intangible benefit)
Seringkali manfaat tak berwujud inilah yang menjadi titik kritis pada jalannya roda bisnis sebuah perusahaan.
Karena bersifat tak berwujud, aspek-aspek berikut seringkali diabaikan atau tidak terlacak resistensinya, yaitu:

1. Peningkatan kepuasan konsumen

2. Misalkan Anda datang ke sebuah toko swalayan. Mana yang kira-kira akan Anda pilih sebagai tempat berbelanja, toko yang waktu antrian di kasirnya lebih singkat atau sebaliknya? Tentunya Anda akan memilih yang pertama sekalipun mungkin harus membayar sedikit lebih mahal dibandingkan dengan toko kedua. Ternyata toko pertama sudah menerapkan sistem informasi penjualannya yang lebih cepat dalam pemrosesan dan kemudahan pemasukan datanya. Peningkatan kepuasan karyawan

3. Seringkali muncul dari pihak karyawan yang merasa haknya tidak terpenuhi seperti misalkan insentif lemburnya. Ternyata hal ini terjadi akibat kesalahan perhitungan pihak manajemen yang masih melakukannya secara manual atau dengan sistem pemasukan ulang data. Padahal jika misalkan perusahaan menyediakan sistem absensi yang terintegrasi dalam sistem informasi kepegawaian dan SIA maka secara otomatis dapat dibuat laporan insenstif yang lebih akurat dan benar. Hal tersebut baru salah satu contoh di luar misalkan perhitungan angka kredit, hak cuti, jenjang karier, pendidikan dan latihan, dsb. Peningkatan mutu dan jumlah informasi

4. Informasi adalah komponen penting di jaman bisnis sekarang. Anda yang kuasai informasi akan bertindak lebih responsif terhadap perubahan dan tren di masa depan. Penerapan sistem informasi yang baik tentunya akan menghasilkan laporan-laporan hasil kompilasi data yang dikelola oleh database yang berkualitas serta menyeluruh. Hal tersebut dapat diwujudkan karena setiap proses pembuatan laporan tersebut dieksekusi secara otomatis oleh mesin komputer. Peningkatan mutu dan jumlah keputusan manajemen

5. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap pengambilan keputusan sangat bergantung kepada informasi yang mendukung kebijakan yang akan diambil tersebut. Hal tersebut hanya dapat terwujud jika sistem informasi dapat menyajikan informasi yang relevan, akurat, terkini dan dapat diambil setiap saat. Peningkatan mutu dan jumlah respon atas kondisi pesaing

6. Aspek intelijen bisnis adalah hal yang sangat penting sejak kurun waktu yang lama dengan berbagai format dan keperluannya. Untuk mencapai titik respon yang cepat dan tepat atas dinamika para pesaing maka diperlukan sistem informasi yang mampu mengumpulkan, menganalisis dan mengkompilasi informasi yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan di perusahaan. Peningkatan efisiensi dan keluwesan operasional

7. Pemilik bisnis mana yang tidak menginginkan ini? Semakin efisien dan luwesnya sebuah operasional maka hal ini menunjukkan semakin rendahnya biaya yang dikeluarkan untuk menjalankannya. Hal tersebut dapat dicapai karena dipangkasnya rantai birokrasi dalam perusahaan setelah implementasi sistem informasi yang baik. Peningkatan mutu komunikasi internal dan eksternal

8. Sebuah sistem informasi yang baik tentunya harus didukung oleh sistem jaringan komunikasi data elektronik yang handal juga. Dengan penerapan sistem informasi yang baik maka setiap pihak baik di dalam maupun di luar perusahaan dapat bertukar informasi secara lebih efektif dan efisien. Peningkatan mutu perencanaan

9. Perencanaan adalah proses yang penting bagi bisnis. Namun apapun perencanaan yang akan dibuat maka tentunya diperlukan dukungan informasi yang memadai dalam melaksanakannya. Jika tidak maka perencanaan tersebut dapat kehilangan arah dan tidak mencapai sasarannya karena kesalah informasi yang menjadi basisnya. Peningkatan mutu pengendalian dan pengawasan
Dengan sistem informasi yang dibangun dan dipelihara dengan baik maka setiap aktivitas di dalam lingkungan bisnis dapat terus-menerus dipantau. Pemantauan tersebut tentunya berdampak pada peningkatan pengendalian atas setiap prosedur dan kegiatan yang terjadi di dalam perusahaan.


Referensi: http://tomdjoke.blogspot.com/2010/12/apakah-manfaat-sistem-informasi.html

Selasa, 03 Januari 2012

DEFINISI PARAGRAF

PARAGRAF

Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. Demikian pula dengan paragraf berikutnya mengikuti penyajian seperti paragraf pertama.

Syarat sebuah paragraf

Di setiap paragraf harus memuat dua bagian penting, yakni :

1. Kalimat Pokok

Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah maupun akhir paragraf. Kalimat pokok adalah kalimat yang inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk kalimat penjelas.

2. Kalimat Penjelas

Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan tambahan atau detail rincian dari kalimat pokok suatu paragraf.

Bagian – Bagian Suatu Paragraf yang Baik

Terdapat ide atau gagasan yang menarik dan diperlukan untuk merangkai keseluruhan tulisan.
Kalimat yang satu dengan yang lain saling berkaitan dan berhubungan dengan wajar.

Syarat paragraf agar menjadi padu ada tiga, yaitu

1. Kepaduan paragraf

Terdapat dua jenis kata penghubung, yaitu kata penghubung intrakalimat dan kata penghubung antarkalimat. Kata penghubung intrakalimat adalah kata yang menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat, sedangkan kata penghubung antarkalimat adalah kata yang meghubungkan kalimat yang satu dengan yang lainnya.

Contoh :

penghubung intrakalimat : karena, sehingga, tetapi, sedangkan, apabila, jika , maka, dan lain – lain.

Penghubung antarkalimat : Oleh karena itu, jadi, kemudian, selanjutnya, bahkan, dan lain – lain.

2. Kesatuan paragraf

Kalimat utama yang diletakkan di awal paragraf dinamakn Paragraf deduktif, sedngkan di akhir paragraf disebut paragraf induktif

3. Kelengkapan paragraf

Terdapat kalimat penjelas secara lengkap

Beberapa pengembangan paragraph yaitu terdiri :

1. Cara Pertentangan

Pengembangan paragraf ini menggunakan ungkapan-ungkapan dengan cara pertentangan seperti, berbeda dengan, akan tetapi, dan lain – lain.

Contoh :

Tono ingin sekali mengikuti pertandingan balap sepeda, akan tetapi dia tidak mempunyai sepeda.

2. Cara Perbandingan

Paragraf dengan cara perbandingan ini biasanya menggunakan ungkapan seperti, serupa dengan, seperti halnya, akan tetapi, sementara itu, dan lain – lain.

Contoh :

Setelah berhasil dengan gemilang mengorbitkan Bin Laden sebagai seorang pahlawan dan dermawan, Taliban sekarang kesulitan untuk memissahkan diri. Sementara itu, washington menginginkan Bin Laden diadili karena dituduh terlibat dalam peledakkan kedutaan besar AS di kenya dan Tanzania pada agustus 1998 yang memakan korban 200 orang lebih.

3. Cara Analog

Kata – kata yang digunakan yaitu ibarat, seperti, bagaikan, dan lain – lain.

Contoh :

Hidup itu bagaikan roda berputar seperti halnya kehidupan manusia. Yang selalu bergulir terkadang ada dia atas terkadang ada di bawah.

4. Cara – cara Contoh

Menggunakan kata – kata contoh seperti misalnya.

Contoh :

Menurut Gamawan Fauzi, seharusnya aparat pemerintah mempermudah pengurusan ijin. Sebab dengan diperolehnya ijin, misalnya Surat Ijin Tempat Usaha (SITU), maka terbuka sebuah usaha yang menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga.

5. Cara Sebab – akibat

Kata – kata yang digunakan seperti padahal, akibat, karena, dan lain – lain.

Contoh :

Bin Laden dengan brigade 055 yang tangguh di medan perang dan jaringan global ”Al-Qaeda”-nya menjadi momok sang polisi dunia. Bin Laden dan jaringannya identik dengan teror yang dapat melecehkan superioritas negara adidaya tunggal ini, karena itu harus diabisi sampai ke akar – akarnya.

6. Cara Definisi

Kata – kata yang digunakan seperti adalah, yaitu, dan lain – lain.

Contoh :

Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru

7. Cara Klasifikasi

Kata – kata ungkapan yang lazim digunakan seperti dibagi menjadi, terbagi menjadi.

Contoh :

Menurut Oliver Curry, seorang pakar evolusi dari London School of Economic, spesies manusia akan terbagi menjadi dua, yaitu; golongan elit dan golongan terbelakang.

referensi:http://ardilazuardi.wordpress.com/2009/11/04/definisi-paragraf/