Senin, 25 Maret 2013

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SMU NEGERI 55

CARA MENGGUNAKAN GOOGLE EARTH DALAM MENCARI LOKASI


Pernahkah anda  kesulitan mencari suatu tempat atau lokasi?pernahkah ada tersesat di suatu daerah?kesulitan Anda dapat teratasi dengan menggunakan Google Earth. Penggunaannya cukup mudah, Anda tinggal membuka laptop dan mengakses www.googleearth.com atau anda bisa mengaksesnya dengan menggunakan smartphone atau tablet. sebagai contoh saya mencari lokasi sekolah SMU saya dengan menggunakan laptop.

Cara saya mendapatkan informasi mengenai lokasi geografis dari sekolah SMU saya adalah sebagai berikut:
1. buka google earth melalui browser
2. kemudian mencari lokasi sekolah saya
3. capture gambar dan lokasi lintang dan bujur



Berikut ini saya tampilkan gambar SMU Negeri 55 dalam Google Earth

seperti yang terdapat pada gambar, lokasi lintang dan bujur SMU Negeri 55 dapat diketahui melalui Google Earth.

Penggunaan Google Earth cukup mudah. Anda hanya membutuhkan sebuah gadget, entah itu laptop,pc,smartphone, tablet atau perangkat canggih lainnya. Dan salah satu unsur paling penting yang wajib anda miliki adalah KONEKSI INTERNET. Tanpa koneksi internet perangkat canggih yang anda miliki tidak akan berfungsi maksimal apalagi untuk mengakses Google Earth, saya pikir anda mungkin akan tersesat atau yang lebih mudah anda bisa bertanya kepada orang-orang yang anda temui dijalan. selamat mencoba!!

Rabu, 23 Januari 2013

WORK BREAKDOWN STRUCTURE

Sebuah karya breakdown structure (WBS) adalah proses untuk menentukan akhir dan produk antara suatu proyek dan hubungan mereka. Umumnya, WBS menggunakan diagram pohon / struktur diagram untuk menunjukkan keseluruhan resolusi persyaratan menjadi semakin tingginya tingkat detail. WBS memungkinkan sebuah tim untuk mencapai persyaratan umum oleh partisi tugas besar ke dalam komponen yang lebih kecil dan berfokus pada pekerjaan yang dapat lebih mudah dilakukan.

Ketika menggunakannya:
Sebuah karya struktur breakdown merupakan elemen penting dalam perencanaan dan manajemen proyek. WBS Kualitas proses perencanaan, WBS dimulai dengan tujuan umum dan kemudian mengidentifikasi tingkat yang lebih halus semakin tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Kualitas proses perbaikan, alat ini sangat berguna untuk menciptakan sebuah rencana pelaksanaan untuk memperbaiki proses identifikasi masalah.Untuk WBS secara akurat mencerminkan proyek, Bagaimanapun, adalah penting bahwa tim menggunakannya memiliki pemahaman rinci tugas-tugas yang diperlukan.

WBS menangkap semua elemen dari sebuah proyek di teratur. Meruntuhkan besar, proyek-proyek yang kompleks menjadi bagian proyek yang lebih kecil memberikan kerangka kerja yang lebih baik untuk mengatur dan mengelola proyek. WBS dapat memfasilitasi alokasi sumber daya, tugas tugas, tanggung jawab, pengukuran dan pengendalian proyek. WBS adalah yang digunakan pada awal proyek untuk menetapkan cakupan, perkiraan biaya dan mengatur jadwal GanttDalam menggunakan WBS, penting bahwa proyek tidak dipecah menjadi terlalu banyak detail seperti yang dapat mengarah pada mikro manajemen. Sebaliknya, terlalu sedikit detail dapat mengakibatkan tugas-tugas yang terlalu besar untuk mengelola secara efektif. WBS dapat disajikan dalam sebuah daftar tabel, daftar tugas yang menjorok sebagai bagian dari bagan Gantt atau dalam pohon hirarki. Lebih sering WBS terdaftar dalam hirarki pohon yang menangkap kiriman dan tugas-tugas yang diperlukan untuk mencapai penyelesaian proyek.

Cara menggunakannya:

Mengidentifikasi kebutuhan atau tujuan utama.
Ini harus item yang jelas, berdasarkan kebutuhan pelanggan, di mana seluruh tim setuju. Menulis persyaratan ini di bagian atas tabel.

Membagi pernyataan persyaratan ke kategori sekunder utama.
Cabang-cabang ini harus mewakili persyaratan, produk, atau kegiatan yang secara langsung mengarah ke tujuan utama atau yang secara langsung dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan secara keseluruhan. the harus terus-menerus bertanya, "Apa yang diperlukan untuk memenuhi kondisi ini?", "Apa yang terjadi selanjutnya?", dan "Apa yang perlu ditangani?" Tulis sekunder kategori di bawah pernyataan persyaratan utama. Menggunakan catatan tempel pada tahap ini kemudian membuat perubahan lebih mudah dilakukan.




Break setiap utama menuju lebih detail.
Ketika Anda bergerak dari atas ke bawah dalam WBS, produk dan kegiatan yang harus menjadi lebih dan lebih spesifik. Menghentikan kerusakan ketika setiap tugas yang cukup kecil untuk dapat dengan mudah diselesaikan dan dievaluasi untuk akurasi. Jika tim tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk melanjutkan di beberapa titik, mengidentifikasi individu-individu yang dapat menyediakan informasi dan rincian kemudian melanjutkan dengan individu-individu yang hadir.

Periksa WBS untuk logika dan kelengkapan.
Pastikan bahwa setiap subpos dan path memiliki penyebab langsung-akibat hubungan dengan yang sebelumnya.. Memeriksa jalan untuk memastikan bahwa tidak ada produk atau tindakan yang jelas telah ditinggalkan. Juga memastikan pengembangan produk terdaftar atau penyelesaian tindakan yang tercantum memang akan mengarah pada hasil yang diantisipasi.


Pada prinsipnya Work Breakdown Structure (WBS) adalah pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (sub-kegiatan), alasan perlunya WBS adalah :
1. Pengembangan WBS di awal Project Life Cycle memungkinkan diperolehnya pengertian cakupan proyek dengan jelas, dan proses pengembangan WBS ini membantu semua anggota untuk lebih mengerti tentang proyek selama tahap awal.
2. WBS membantu dalam pengawasan dan peramalan biaya, jadwal, dan informasi mengenai produktifitas yang meyakinkan anggota manajemen proyek sebagai dasar untuk membuat perundingan.

WBS merupakan elemen penting, karena memberikan kerangka yang membantu, antara lain dalam :
11. Penggambaran program sebagai ringkasan dari bagian-bagian yang kecil.
2. Pembuatan perencanaan
3. Pembuatan network dan perencanaan pengawasan.
4. Pembagian tanggung jawab.
5. Penggunaan WBS ini memungkinkan bagian-bagian proyek terdefinisi dengan jelas.


Contoh gambar WBS:

http://kurniaekosatrioii.blogspot.com/2011/10/apa-itu-wbs.html

KONTROL KEAMANAN SISTEM

Definisi Keamanan
Adalah proteksi perlindungan atas sumber-sumber fisik dan konseptual dari bahaya alam dan manusia. Kemanan terhadap sumber konseptual meliputi data dan informasi
Tujuan-tujuan Keamanan ; dimaksudkan untuk mencapai 3 tujuan utama , yaitu :
  1. Kerahasiaan, perusahaan berusaha melindungi data dan informasi dari orang-orang yang tidak berhak.
  2. Ketersediaan, tujuan CBIS adalah menyediakan data dan informasi bagi mereka yang berwenang untuk menggunakannya.
  3. Integritas, semua subsistem CBIS harus menyediakan gambaran akurat dari sistem fisik yang diwakilinya. 
Manajemen Kontrol Keamanan merupakan suatu tindakan untuk menghindari, atau meminimalkan risiko dari terjadinya kejahatan-kejahatan komputer seperti pengaksesan oleh yang tidak berwenang dan lain-lain
Aset Sistem Informasi yang harus di lindungi melalui sistem keamanan dapat diklasifikasikan
menjadi 2 yaitu :
1. Aset Fisik, meliputi :
  • Personnel
  • Hardware (termasuk media penyimpanan, dan periperalnya)
  • Fasilitas
  • Dokumentasi dan
  • Supplies
2. Aset Logika
  • Data / Informasi dan
  • Sofware (Sistem dan Aplikasi)
Persiapan Rencana Pekerjaan (Preparation of a Project Plan)
Perencanaan proyek untuk tinjaun kemanan mengikuti item sbb :
  1. Tujuan Review
  2. Ruang Lingkup (Scope) Review
  3. Tugas yang harus dipenuhi
  4. Organisasi dari Tim Proyek
  5. Sumber Anggaran (Pendanaan) dan
  6. Jadwal untuk Menyelesaikan Tugas
Identifikasi Kekayaan (Identification of asset)
Katagori asset :
  • Personnel (end users, analyst, programmers, operators, clerks, Guards)
  • Hardware (Mainfarme, minicomputer, microcomputer, disk, printer, communication lines, concentrator, terminal)
  • Fasilitas (Furniture, office space, computer rrom, tape storage rack)
  • Dokumentasi (System and program doc.,database doc.,standards plans, insurancepolicies, contracts)
  • Persediaan (Negotiable instrument, preprinted forms, paper, tapes, cassettes)
  • Data/Informasi (Master files, transaction files, archival files)
  • Software Aplikasi (Debtors, creditors, payroll, bill-of-materials, sales, inventory)
  • Sistem Software (Compilers, utilities, DBMS, OS, Communication Software, Spreadsheets)

A. PENTINGNYA KONTROL
* untuk memastikan bahwa CBIS telah diimplementasikan seperti yang direncanakan, system beroperasi seperti yang dikehendaki, dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan.
* untuk memberi dukungan kepada manajer dalam
mengontrol area operasinya
B. TUGAS KONTROL CBIS
Mencakup semua fase siklus hidup, selama siklus hidup dibagi menjadi kontrol-kontrol yang berhubungan dengan pengembangan sistem, desain dan operasi
* Metode Untuk Mendapatkan dan Memelihara Kontrol CBIS
1. Manajemen dapat melakukan kontrol langsung
2. Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung dengan terus menerus melalui CIO.
3. Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung berkenaan dengan proyeknya melalui pihak ketiga
* AREA PENGONTROLAN CBIS
* KONTROL PROSES PENGEMBANGA
Untuk memastikan bahwa CBIS yg diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan pemakai atau berjalan sesuai rencana harus menjalani tahapan/fase yang antara lain :
* Fase Perencanaan
Mendefinisikan tujuan dan kendala
* Fase Analisis & Disain
> Mengidentifikasi kebutuhan informasi
> Menentukan kriteria penampilan
> Menyusun disain dan standar operasi CBIS
* Fase Implementasi
> Mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima
> Memastikan apakah memenuhi criteria penampilan
> Menetapkan prosedur utk memelihara CBIS
* Fase Operasi & Kontrol
> Mengontrol CBIS selagi berevolusi selama fase SLC
> Memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan
Yang termasuk dalam kontrol proses pengembangan, yaitu :
1. Manajemen puncak menetapkan kontrol proyek secara keseluruhan selama fase perencanaan dengan cara membentuk komite MIS
2. Manajemen memberitahu pemakai mengenai orientasi CBIS
3. Manajemen menentukan kriteria penampilan yang digunakan dalam mengevaluasi operasi CBIS.
4. Manajemen dan bagian pelayanan informasi menyusun disain dan standar CBIS
5. Manajemen dan pelayanan informasi secara bersama-sama mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima
6. Manajemen melakukan peninjauan sebelum instalasi yang dilakukan tepat setelah penggantian dan secara berkala meninjau CBIS untuk memastikan apakah ia memenuhi kriteria penampilan.
7. Bagian pelayanan informasi menetapkan prosedur untuk memelihara dan memodifikasi CBIS dan prosedur yang disetujui oleh manajemen.
* KONTROL DISAIN SISTEM
* Tujuan untuk memastikan bahwa disainnya bisa meminimalkan kesalahan, mendeteksi kesalahan dan mengoreksinya.
* Kontrol tidak boleh diterapkan jika biayanya lebih besar dari manfaatnya. Nilai atau manfaat adalah tingkat pengurangan resiko.
* Selama fase disain dan analisis dari siklus hidup system, Analis System, DBA dan Manajer Jaringan membangun fasilitas kontrol tertentu dalam disain system. Selama fase implementasi, programmer menggabungkan kontrol tersebut ke dalam system. Disain system dikontrol dengan cara menggabungkan kontrol software menjadi lima bagian pokok, yaitu :
I. Permulaan Transaksi (Transaction Origination)
* Tahap-tahap yang harus dilakukan pada permulaan transaksi :
1. Permulaan Dokumentasi Sumber
> Perancangan dokumentasi
> Pemerolehan dokumentasi
> Kepastian keamanan dokumen
2. Kewenangan
> Bagaimana entry data akan dibuat menjadi dokumen dan oleh siapa
3. Pembuatan Input Komputer
> Mengidentifikasi record input yang salah dan memastikan semua data input
diproses
4. Penanganan Kesalahan
> Mengoreksi kesalahan yang telah dideteksi dan menggabungkan record yg telah dikoreksi ke record entry
5. Penyimpanan Dokumen Sumber
> Menentukan bagaimana dokumen akan disimpan dan dalam kondisi
bagaimana dapat dikeluarkan
II. Entri Transaksi
* Entri transaksi mengubah data dokumen sumber menjadi bentuk yang dapat dibaca oleh komputer. Kontrol ini berusaha untuk menjaga keakuratan data yang akan ditransmisikan ke jaringan komunikasi atau yang akan dimasukkan secara langsung ke dalam komputer. Area kontrolnya meliputi atas :
1. Entri Data
> Kontrol dalam bentuk prosedur tertulis dan dalam bentuk peralatan inputnya sendiri. Dapat dilakukan dengan proses offline/online
2. Verifikasi Data
> Key Verification (Verifikasi Pemasukan)
Data dimasukkan ke sistem sebanyak 2 kali
> Sight Verification (Verifikasi Penglihatan)
Melihat pada layar sebelum memasukkan data ke system
3. Penanganan Kesalahan
> Merotasi record yang telah dideteksi ke permulaan transaksi untuk pengoreksian
4. Penyeimbangan Batch
> Mengakumulasikan total setiap batch untuk dibandingkan dengan total yang sama yang dibuat selama permulaan transaksi
III. Komunikasi Data
* Tanggungjawab manajer jaringan dengan menggabungkan ukuran keamanan ke dalam sistem dan memonitor penampilan untuk memastikan keamanan telah dilakukan dgn baik
* Komputer yang ada dalam jaringan memberikan peluang risiko keamanan yang lebih besar dari pada komputer yang ada di dalam suatu ruangan. Area kontrol ini terdiri dari :
1. Kontrol Pengiriman Data
2. Kontrol Channel Komunikasi
3. Kontrol Penerimaan Pesan
4. Rencana Pengamanan Datacom Secara Keseluruhan
IV. Pemrosesan Komputer
* Pada umumnya semua elemen kontrol pada disain system selalu dikaitkan dengan pemasukan data ke dalam komputer. Area kontrol pada pemrosesan komputer terdiri dari :
1. Penanganan Data
2. Penanganan Kesalahan
3. Database dan Perpustakaan Software
* Sebagian besar kontrol database dapat diperoleh melalui penggunaan Sistem Manajemen Database (Database Management System/DBMS)
* Tingkat keamanan dalam DBMS terdiri dari :
1. Kata kunci (Password)
2. Direktori pemakai (User Directory)
3. Direktori elemen data (Field Directory)
4. Enkripsi (Encryption)
V. Output Komputer
* Komponen subsistem ini bertanggung jawab untuk mengirimkan produk (output) kepada pemakai (user). Yang termasuk dalam area ini adalah :
1. Distribusi
> Kontrol pada distribusi laporan berusaha untuk memastikan ketepatan orang yang menerima output.
2. Penyeimbangan Departemen Pemakai
> Bila departemen pemakai menerima output dari komputer, maka keseluruhan kontrol dari output dibandingkan dengan total yang sama yang telah ditetapkan pada waktu pertama kali data input dibuat.
3. Penanganan Kesalahan
Kelompok kontrol tertentu dapat ditetapkan didalam area pemakai dengan menjalankan prosedur formal untuk mengoreksi kesalahan.
4. Penyimpangan Record
> Tujuan komponen kontrol yang terakhir ini adalah untuk memelihara keamanan yang tepat terhadap output komputer dan untuk mengontrol penyelesaian yang sia-sia.
5. Penyeimbangan Operasi Komputer
> Kontrol ini memungkinkan pelayanan informasi untuk memverifikasi bahwa semua batch dan transaksi yang diterima dari departemen pemakai telah diproses.
* Kontrol Terhadap Pengoperasian Sistem
Kontrol pengoperasian sistem dimaksudkan untuk mencapai efisiensi dan keamanan.
Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan menjadi 5 area :
1. Struktur organisasional
> Staf pelayanan informasi diorganisir menurut bidang spesialisasi. Analisis, Programmer, dan Personel operasi biasanya dipisahkan dan hanya mengembangkan ketrampilan yang diperlukan untuk area pekerjaannya sendiri.
2. Kontrol perpustakaan
> Perpustakaan komputer adalah sama dengan perpustakaan buku, dimana didalamnya ada pustakawan, pengumpulan media, area tempat penyimpanan media dan prosedur untuk menggunakan media tersebut. Yang boleh mengakses perpustakaan media hanyalah pustakawannya.
3. Pemeliharaan Peralatan
> Orang yang tugasnya memperbaiki computer yang disebut Customer Engineer (CE) / Field Engineer (FE) / Teknisi Lapangan menjalankan pemeliharaan yang terjadwal / yang tak terjadwal.
4. Kontrol lingkungan dan keamanan fasilitas
> Untuk menjaga investasi dibutuhkan kondisi lingkungan yang khusus seperti ruang computer harus bersih keamanan fasilitas yang harus dilakukan dengan penguncian ruang peralatan dan komputer.
5. Perencanaan disaster
* Rencana Keadaan darurat
> Prioritas utamanya adalah keselamatan tenaga kerja perusahaan
* Rencana Backup
> Menjelaskan bagaimana perusahaan dapat melanjutkan operasinya dari ketika terjadi bencana sampai ia kembali beroperasi secara normal.
* Rencana Record Penting
> Rencana ini mengidentifikasi file data penting & menentukan tempat penyimpanan kopi duplikat.
* Rencana Recovery
> Rencana ini mengidentifikasi sumber-sumber peralatan pengganti, fasilitas komunikasi dan pasokan-pasokan

http://edysoewanto.wordpress.com/2010/11/18/pentingnya-manajemen-kontrol-keamanan-pada-sistem/
http://heniattabi.wordpress.com/2012/01/07/manajemen-kontrol-keamanan-security-management-controls/

Minggu, 20 Januari 2013

PENGANTAR TELEMATIKA

1.   Jelaskan bagaimana cara pengamanan layanan telematika dilihat dari aspek jaringan komputernya baik yang menggunakan kabel maupun tanpa kabel (wireless)!

Untuk memahami berbagai macam ancaman keamanan jaringan dalam pengamanan layanan telematika, kita perlu memahami prinsip keamanan itu sendiri.
A)  Kerahasiaan (confidentiality), dimana file-file tidak disebar luaskan atau dibocorkan kepada user yang tidak seharusnya berhak terhadap file-file tersebut, atau lazim disebut tidak authorize.
B)  Integritas (Integrity), bahwa file-file tetap orisinil, tidak diragukan keasliannya, tidak dimodifikasi dalam perjalanannya dari sumber menuju penerimanya.
C)  Ketersediaan (Availability), dimana user yang mempunyai hak akses atau authorized users diberi akses tepat waktu dan tidak terkendala apapun.
Prinsip keamanan ini lazim disebut segitiga CIA (Confidentiality, Integrity, Availability). Dalam membangun suatu sistem keamanan jaringan, salah satu prosesnya adalah menilai resiko keamanan dalam infrastruktur organisasinya. Akan tetapi terlebih dahulu anda perlu juga memahami berbagai jenis ancaman keamanan jaringan.

2.   Jelaskan motif-motif gangguan yang terjadi pada layanan telematika!

A)  Noise adalah suatu sinyal gangguan yang bersifat akustik (suara), elektris, maupun elektronis yang hadir dalam suatu sistem (rangkaian listrik/ elektronika) dalam bentuk gangguan yang bukan merupakan sinyal yang diinginkan.
B)  Flooding adalah teknologi informasi yang mengacu kepada salah satu jenis serangan Denial-of-service yang menggunakan paket-paket SYN. Denial of Service (DoS) merupakan serangan dimana suatu pihak mengekploitasi aspek dari suite Internet Protocol untuk menghalangi akses pihak yang berhak atas informasi atau sistem yang diserang.
C)  Virus adalah sebuah program komputer yang dapat menggandakan dirinya secara sendiri dalam sistem komputer. Sebuah worm dapat menggandakan dirinya dengan memanfaatkan jaringan (LAN/WAN/Internet) tanpa perlu campur tangan dari user itu sendiri.
D)  Sniffer adalah sebuah device penyadapan komunikasi jaringan komputer dengan memanfaatkan mode premicious pada ethernet.

3.   Jelaskan satu contoh metode pengamanan terhadap layanan telematika!

Contoh metode untuk pengamanan terhadap layanan telematika (Jaringan Komputer) salah satu yaitu dengan cara: Autentikasi (Pengenalan).
Autentikasi yaitu proses pengenalan peralatan, system operasi, kegiatan, aplikasi dan identitas user yang terhubung dengan jaringan computer. Autentikasi dimulai pada saat user login ke jaringan dengan cara memasukkan password.
Contoh:
Pada penggunaan e-mail, dimana seorang user dalam pengaksesan e-mailnya harus memasukan username dan password terlebih dahulu.
Tahapan Autentikasi:
A)  Autentikasi untuk mengetahui lokasi dari peralatan pada suatu simpul jaringan (data link layer dan network layer)
B)  Autentikasi untuk mengenal sistem operasi yang terhubung ke jaringan (transport layer)
C)  Autentikasi untuk mengetahui fungsi/proses yang sedang terjadi di suatu simpul jaringan (session dan presentation layer)
Autentikasi untuk mengenali user dan aplikasi yang digunakan (application layer)


Layanan keamanan merupakan layanan yang menyediakanan keamananinformasi dan data. layanan terdiri dari enkripsi, penggunaan protocol, penentuan akses control dan auditin.  Layanan keamanan memberikan fasilitas yang berfungsi untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan atau beroperasi tidak seharusnya. dengan kata lain layanan ini sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jaringan tidak mudah terhapus atau hilang. Kelebihan dari layanan ini adalah dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan. Contoh layanan keamanan yaitu:
a. navigation assistant
b. weather,stock information
c. entertainment and M-commerce.
d. penggunaan Firewall dan Antivirus



http://singgihwalkers.wordpress.com/2013/01/08/tugas-3-pengantar-telematika/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2013/01/tugas-3-pengantar-telematika/

Senin, 19 November 2012

MANAJEMEN KONTROL KEAMANAN PADA SISTEM

Manajemen kontrol keamanan pada sistem merupakan hal yang mutlak. mengingat pentingnya keamanan ini dalam penyimpanan data dan ketersediaan data. Manajemen ini berfungsi untuk memastikan bahwa CBIS bekerja dengan baik, sistem operasi berjalan sesuai dengan yang dikehendaki, dan operasi tetap aman dari penyalahgunaan atau gangguan dan juga untuk memberi dukungan kepada manager dalam mengontrol area operasinya. Tugas kontrol CBIS meliputi semua fase siklus hidup, dan siklus hidup dibagi menjadi kontrol-kontrol yang berhubungan dengan pengembangan sistem,desain dan operasi.
Beberapa metode dalam memelihara kontrol CBIS:
1.  Manajemen dapat melakukan kontrol langsung
2. Manajemen dapat mengontrol CBIS secara tidak langsung melalui CIO
3. Manahemen dapat mengontrol CBIS secara tidak langsung berkenaan dengan proyeknya melalui pihak
    ketiga

Untuk memastikan bahwa CBIS yang dibuat dan diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan pemakai dan dapat berjalan sesuai rencana harus menjalani fase/tahapan antara lain:
A. Fase Perencanaan
    - mendefinisikan tujuan dan kendala
B. Fase Analisis dan Desain
    - Mengidentifikasi kebutuhan dan informasi
    - Menentukan kriteria penampilan
    - Menyusun desain dan standar operasi CBIS
C. Fase Implementasi
    - Mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima
    - Memastikan apakah memenuhi kriteria penampilan
    - Menetapkan prosedur untuk memelihara CBIS
D. Fase Operasi dan Kontrol
    - Mengontrol CBIS selagi berevolusi selama fase SLC
    - Memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan

Yang termasuk dalam kontrol porses pengembangan yaitu:
1. Manajemen puncak menetapkan kontrol proyek secara keseluruhan selama fase perencanaan
    dengan cara membentuk komite MIS
2. Manahemen memberitahu pemakai mengenai orientasi CBIS
3. Manajemen menentukan krtieria penampilan yang digunakan dalam operasi CBIS
4. Manajemen dan bagian pelayanan informasi menyusun disain dan standar CBIS
5. Manajemen dan pelayanan informasi secara bersama-sama mendefinisikan program
    pengujian yang dapat diterima
6. Manajemen melakukan peninjauan sebelum instalasi yang dilakukan tepat setelah penggantian
    dan secara berkala meninjau CBIS untuk memastikan apakah ia memenuhi kriteria penampilan
7. Bagian pelayanan informasi menetapkan prosedur untuk memelihara dan memodifikasi CBIS dan prosedur yang disetujui oleh manajemen.


KONTROL DESAIN SISTEM

Tujuan untuk memastikan bahwa desainnya bisa meminimalkan kesalahan, mendeteksi kesalahan dan mengoreksinya. kontrol tidak boleh diterapkan jika biayaanya lebih besar dari manfaatnya, nilai atau manfaat adalah tingkat pengurangan resiko.
Selama fase desain dan analisis dari siklus hidup system, analis system, DBA dan manajer jaringan membangun fasillitas kontrol tertentu dalam desain sistem, selama fase implementasi, programmer menggabungkan kontrol tersebut ke dalam system. Desain system dikontrol dengan cara menggabungkan kontrol software menjadi lima bagian pokok. yaitu:
1. Permulaan Transaksi(Transaction Origination)
    Tahap-tahap yang harus dilakukan pada permulaan transaksi:
   - Perancangan dokumentasi
   - Pemerolehan dokumentasi
   - Kepastian keamanan dokumen
2. Kewenangan
    - Bagaimana entry data akan dibuat menjadi dokumen dan oleh siapa

3. Pembuatan Input Komputer
   - Mengidentifikasi record input yang salah dan memastikan semua data input di proses

4. Penanganan Kesalahan
   - Mengoreksi kesalahan yang telah dideteksi dan menggabungkan record yang telah dikoreksi ke record
      entry
5. Penyimpanan Dokumen Sumber
    - Menentukan bagaimana dokumen akan disimpan dan dalam kondisi bagaimana dapat 
      dikeluarkan



Senin, 05 November 2012

PENGANTAR TELEMATIKA

1. Jelaskan tentang perkembangan jaringan komputer sebagai sarana yang digunakan dalam proses
    telematika!

    Jaringan Komputer adalah sebuah sistem yang terdiri dari berbagai komputer-komputer yang di desain untuk berbagi sumber daya, komunikasi dan dapat mengakses informasi. jadi fungsi jaringan komputer dalam proses telematika adalah untuk membantu dan dapat diartikan sebagai sarana/prasana, sistem, dan metode untuk perolehan,pengiriman,penerimaan,pengolahan,penafsiran,penyimpanan,pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna. Kemudian baru disadari bahwa penggunaan jaringan komputer dan proses telekomunikasi juga menghindarkan media komunikasi baru. lebih jauh lagi istilah telematikan kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antar telekomunikasi,media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah.

2. Jelaskan tentang keuntungan dan kerugian:
a. teknologi peer to peer
b. teknologi client to server

A. Keuntungan Peer to Peer:
- antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi pakai fasilitas yang dimilikinya seperti harddisk,printer,
   fax
- kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server, sehingga apabila salah satu komputer rusak
  maka tidak akan menggangu jaringan
- biaya operasional lebih murah karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus

Kerugian Peer to Peer:
- sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur masing-masing fasilitas
  yang dimiliki
- backup data hanya bisa dilakukan oleh masing-masing user
- troubleshooting jaringan lebih sulit dilakukan karena melibatkan semua user yang masuk dalam jaringan

B. Keuntungan Client to Server:
- mendukung banyak client yang berbeda dan memiliki kemampuan yang berbeda pula
- tempat penyimpanan terpusat, backup data menjadi lebih mudah.
- mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti atau memperbaiki server tanpa mengganggu
  client

Kerugian Client to Server:
- jika banyak client mengakses ke server secara simultan maka server akan overload
- bandwith meningkat jika banyak user merequest. karena bandwith berasal dari semua komputer yang
   terkoneksi kepada server tersebut

3. Jelaskan tentang perkembangan teknologi wireless yang meliputi hardware, sistem operasi dan program aplikasi yang digunakan pada perangkat wireless!


Hardware Access Point + plus
Perangkat dibawah ini adalah perangkat standard yang digunakan untuk access point. Access Point dapat berupa perangkat access point saja atau dengan dual fungsi sebagai internal router. Bahkan pada model terbaru sudah ditambahkan teknologi Super G dengan kemampuan double transmisi, smart DHCP bagi client network dan hardware standard monitor serta Firewall dan sebagainya.
Alat Access point dapat dipasangkan pada sebuah hub, cable modem atau alat lainnya untuk menghubungkan computer dengan WIFI kedalam sebuah network lain.

PCMCIA Adapter
Alat ini dapat ditambahkan pada notebook dengan pada PCMCIA slot. Model PCMCIA juga tersedia dengan tipe G atau double transmit..

USB Wireless Adaptor
Termasuk perangkat baru dan praktis pada teknologi WIFI. Alat ini mengambil power 5V dari USB port. Untuk kemudahan USB WIFI adapter dengan fleksibel ditempatkan bagi notebook dan PC. Tetapi pada perangkat USB WIFI Adapter memiliki batasan. Sebaiknya mengunakan USB port 2.0 karena kemampuan sistem WIFI mampu mencapai data rate 54Mbps. Bila anda memerlukan kepraktisan, penambahan perangkat Wireless USB adaptor adalah pilihan yang tepat, karena bentuknya yang praktis dan dapat dilepas. Tetapi perlu diingatkan bahwa dengan supply power kecil dari USB port alat juga memilki jangkauan lebih rendah, selain bentuk antenna yang ditanam didalam cover plastik akan menghambat daya pancar dan penerimaan pada jenis perangak ini.


USB Add-on PCI slot
Perangkat ini umumnya diberikan bersama paket mainboard untuk melengkapi perangkat WIFI pada sebuah computer. Sama kemampuannya dengan PCI card wireless network tetapi mengunakan jack USB internal pada mainboard termasuk pemakaian power diambil dari cable tersebut. Perangkat pada gambar dibawah ini juga dapat diaktifkan sebagai Access Point melalui software driver. Kekuatan alat ini terletak pada antenna, dan memiliki jangkauan sama seperti PCI Wireless adaptor.

Mini PCI bus adapter
Perangkat miniPCI bus untuk WIFI notebook berbentuk card yang ditanamkan didalam case notebook. Berbeda dengan card yang digunakan pada computer dengan PCI interface. PCImini bus adalah slot PCI yang disediakan pada notebook dan pemakai dapat menambahkan perangkat seperti WIFI adaptor didalam sebuah notebook. Umumnya perangkat hardware dengan miniPCI bus tidak dijual secara umum, tetapi model terbaru seperti pada Gigabyte GN-WIAG01 dengan kemampuan WIFI Super G sudah dijual bebas untuk upgrade Wireless adaptor bagi sebuah notebook.

Perangkat mini PCI untuk wireless nantinya diberikan 2 buah socket antena dan terhubung dengan antena di sisi layar sebuah notebook. Untuk keterangan dimana perangkat ini dipasang, dapat dilihat pada gambar menginstall Mini PCI bus.

beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja wireless:
- wireless Wizard 5.21
-linksys wireless-G USB Network Adapter 1.0
-AirTies Network Assistant 1.0
-Zamzom wireless network tool 01.07.0.09



Rabu, 24 Oktober 2012

REVIEW SOFTWARE ERP

WORKPLAN adalah salah satu software ERP yang dikembangkan oleh Sescoi untuk departemen yang bekerja dalam basis proyek yang membutuhkan software khusus dalam mendukung kinerjanya. versi pertama MyWORKPLAN diluncurkan oleh Sescoi pada tahun 1992, sampai versi terakhirnya yaitu versi 12 yang diluncurkan tahun 2006. Versi yang kedua adalah WORKPLAN enterprise yang digunakan oleh perusahaan manufaktur yang diluncurkan tahun 2008.

Perusahaan yang menggunakan software ini dalam proses bisnis perusahaannya akan mendapatkan keuntungan dari integrasi, yang memungkinkan pengoptimalan kinerja departemen – depertemen yang ada. Seperti, departemen teknik atau unit produksi DLL. Versi 4 diluncurkan pada bulan Desember 2010. Dalam versi ini terdapat fitur baru untuk manajemen dalam menjalin hubungan baik kepada palanggan (CRM) dan kombinasi proses perencanaan yang rinci namun tetap sederhana. Hal itu mencakup pembaharuan interface pengguna, akses web pada sistem dan ada fungsi baru untuk mengelola sejumlah produksi.

 WorkPLAN memungkinkan perusahaan untuk memaksimalkan penggunaan dana pengelolaan kegiatan yang paling penting seperti biaya proyek, pemesanan, perencanaan, pengelolaan dokumen, analisis data, tagihan bahan baku / utang, kulitas produk, pencatatan waktu, pembeliaan, manajemen persediaan, indikarot kinerja, dan analisis gambaran strategi untuk manajemen.
 Initial release                       : 1992
 Stable release                      : Version 3
Preview release                    : Version 4
Programming language used   : PowerBuilder, Delphi and C++ Operating system :Windows 7, Vista, XP,  
                                              2003, 2000 Server, 2000 Advanced Server, 2003 Server & 2008  
                                              Server
Translation available              : English, French, German, Spanish, Portuguese, Italian, Dutch, Turkish,
                                              Russian, Czech, Japanese, Chinese, Korean Type :ERP
 Website                               :www.workplan.com

 Berikut adalah contoh tampilan MyWorkPlan:



sumber:http://blog.politekniktelkom.ac.id/30308070/2012/09/13/software-erp-workplan/ http://en.wikipedia.org/wiki/WorkPLAN